Welcome to our website!

Klasifikasi pigmen yang umum digunakan untuk pencocokan warna plastik (I)

Pigmen pewarna adalah bahan mentah terpenting dalam teknologi pewarnaan, dan sifat-sifatnya harus dipahami sepenuhnya dan diterapkan secara fleksibel, sehingga warna berkualitas tinggi, berbiaya rendah, dan kompetitif dapat diformulasikan.

Pigmen yang umum digunakan untuk pencocokan warna plastik antara lain pigmen anorganik, pigmen organik, pewarna pelarut, pigmen logam, pigmen mutiara, pigmen mutiara ajaib, pigmen fluoresen, dan pigmen pemutih.Pada materi di atas perlu kita jelaskan bahwa ada perbedaan antara pigmen dan pewarna: pigmen tidak larut dalam air atau media yang digunakan, dan merupakan golongan zat berwarna yang mewarnai bahan pewarna dalam keadaan sangat tinggi. partikel terdispersi.Pigmen dan pigmen organik.Pewarna larut dalam air dan pelarut organik, dan dapat digabungkan dengan bahan pewarna melalui ikatan kimia tertentu.Keunggulan pewarna adalah kepadatannya yang rendah, kekuatan pewarnaan yang tinggi dan transparansi yang baik, tetapi struktur molekul umumnya kecil, dan migrasi mudah terjadi selama pewarnaan.
Pigmen Anorganik: Pigmen anorganik umumnya diklasifikasikan berdasarkan metode produksi, fungsi, struktur kimia, dan warna.Menurut metode produksinya, pigmen ini dibagi menjadi dua kategori: pigmen alami (seperti cinnabar, verdigris dan pigmen mineral lainnya) dan pigmen sintetis (seperti titanium dioksida, besi merah, dll.).Menurut fungsinya, dibagi menjadi pigmen pewarna, pigmen anti karat, pigmen khusus (seperti pigmen suhu tinggi, pigmen mutiara, pigmen fluoresen), dll. Asam, dll. Menurut struktur kimianya, dibagi menjadi besi seri, seri kromium, seri timbal, seri seng, seri logam, seri fosfat, seri molibdat, dll. Menurut warnanya, dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut: pigmen seri putih: titanium dioksida, seng barium putih, seng oksida, dll.;pigmen seri hitam: karbon hitam, oksida besi hitam, dll.;pigmen seri kuning: kuning krom, kuning oksida besi, kuning kadmium, kuning titanium, dll;
1
Pigmen Organik: Pigmen organik dibagi menjadi dua kategori: alami dan sintetis.Saat ini, pigmen organik sintetik banyak digunakan.Pigmen organik sintetik dapat dibagi menjadi beberapa kategori seperti pigmen monoazo, disazo, danau, ftalosianin dan cincin leburan.Keunggulan pigmen organik adalah kekuatan pewarnaan yang tinggi, warna cerah, spektrum warna lengkap dan toksisitas rendah.Kerugiannya adalah ketahanan cahaya, ketahanan panas, ketahanan cuaca, ketahanan pelarut dan daya sembunyi produk tidak sebaik pigmen anorganik.
2
Pewarna Pelarut: Pewarna pelarut adalah senyawa yang menyerap, mentransmisikan (semua pewarna transparan) panjang gelombang cahaya tertentu dan tidak memantulkan yang lain.Menurut kelarutannya dalam pelarut yang berbeda, ini terutama dibagi menjadi dua kategori: satu adalah pewarna yang larut dalam alkohol, dan yang lainnya adalah pewarna yang larut dalam minyak.Pewarna pelarut dicirikan oleh kekuatan pewarnaan yang tinggi, warna cerah dan kilau yang kuat.Mereka terutama digunakan untuk pewarnaan produk plastik stirena dan poliester polieter, dan umumnya tidak digunakan untuk pewarnaan resin poliolefin.Varietas utamanya adalah sebagai berikut.Pewarna pelarut jenis antraaldehida: seperti C.1.Pelarut Kuning 52#, 147#, Pelarut Merah 111#, Merah Dispersi 60#, Pelarut Violet 36#, Pelarut Biru 45#, 97#;Pewarna pelarut heterosiklik: seperti C .1.Pelarut Oranye 60#, Pelarut Merah 135#, Pelarut Kuning 160:1, dll.

Referensi
[1] Zhong Shuheng.Komposisi Warna.Beijing: Rumah Penerbitan Seni China, 1994.
[2] Lagu Zhuoyi dkk.Bahan baku plastik dan bahan tambahan.Beijing: Rumah Penerbitan Sastra Sains dan Teknologi, 2006. [3] Wu Lifeng dkk.Panduan Pengguna Masterbatch.Beijing: Pers Industri Kimia, 2011.
[4] Yu Wenjie dkk.Aditif Plastik dan Teknologi Desain Formulasi.Edisi ke-3.Beijing: Pers Industri Kimia, 2010. [5] Wu Lifeng.Desain Formulasi Pewarnaan Plastik.Edisi ke-2.Beijing: Pers Industri Kimia, 2009


Waktu posting: 15 April-2022